For Registration Assistance, please contact our Admissions Office via WhatsApp: (+62) 811-3755-552
Pre University Kampus APU Resmi Dimulai, Menko PMK Beri Pesan Penting untuk Peserta
Menko PMK RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. saat Memberikan Materi kepada Peserta Program Pre University Kampus APU melalui Daring pada Sabtu (24/01/2026).
1/25/20262 min read


SEMARANG – Institut Karya Mulia Bangsa (IKMB) yang kini tengah bertransformasi menjadi Agung Putra University (APU) resmi menggelar program Pre-University. Program ini dirancang khusus bagi siswa SMA sederajat untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan berstandar internasional.
Acara pembukaan berlangsung meriah di Auditorium Kampus APU, Gunungpati, Semarang, pada Sabtu (24/1/2026). Selain dihadiri langsung oleh ratusan peserta, acara ini juga disiarkan secara daring untuk menjangkau siswa dari berbagai daerah.
Menjembatani Transisi dengan Karakter Kuat
Program Pre-University APU berfokus pada penguatan literasi serta pembentukan karakter leadership, entrepreneurship, dan innovation mindset. Tujuannya jelas, memastikan transisi siswa dari sekolah menengah ke bangku kuliah berjalan mulus dengan mentalitas yang siap bersaing.
Beberapa tokoh penting hadir memberikan pembekalan, di antaranya:
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. (Menteri Koordinator Bidang Pembangungan Manusia dan Kemanusiaan Republik Indonesia)
Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. (Founder & Commissioner SCCR Indonesia)
Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si. (Rektor Kampus APU)
Faheem Ahmad Khan, PhD (Dosen Internasional Kampus APU)
Pesan Menko PMK: Jangan Jadi Generasi Strawberry
Dalam arahannya, Menko PMK Prof. Pratikno menekankan bahwa di masa depan, keahlian nyata jauh lebih berharga daripada sekadar nama besar almamater.
"Jangan jadi generasi strawberry yang lembek. Kalian harus jadi Generasi Durian: tajam di luar, namun mantap di dalam. Setiap kali gagal, harus bangkit lagi," tegas Prof. Pratikno.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kemampuan komunikasi dua arah, jiwa kepemimpinan, dan penguasaan bahasa internasional agar mampu bertarung di kancah global.
Kurikulum Global dan Riset Nyata
Founder and Commissioner SCCR Indonesia, Prof. dr. Agung Putra M.Si.Med, menambahkan bahwa mahasiswa APU akan dididik untuk jeli melihat peluang melalui riset. "Di Kampus APU, para mahasiswa akan diajarkan bagaimana melihat peluang di masa depan dan menjadi seorang entrepreneur dengan jiwa leadership. Tak hanya soal teaching, namun juga bagaimana bisa membuat sesuatu produk dengan menggunakan riset dan di sini kami memiliki para peneliti internasional yang telah memiliki pengalaman," ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Rektor Kampus APU, Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si. juga menyampaikan bahwa di Kampus APU para mahasiswa nantinya akan diperkenalkan dengan dunia kerja secara langsung.
“Di Kampus APU, para mahasiswa akan merasakan dilatih untuk menjadi petarung tangguh di kancah global. Di sini, 60 persen kurikulum diadopsi dari kampus-kampus ternama di dunia dan para pengajarnya juga dari diaspora dan lulusan kampus ternama tersebut,” ucap Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si..
Acara opening program Pre University juga ditutup dengan materi dari Prof. Dr. dr. Agung Putra M.Si.Med. terkait pengalaman beliau menjadi seorang entrepreneur tangguh dan bisa menghasilkan produk melalui riset.
Pemrograman Sel
Selain itu, salah satu dosen internasional Kampus APU yang merupakan lulusan MIT US, Faheem Ahmad Khan, PhD juga memberikan materi mengenai Cell Programming sebagai salah satu materi yang akan diajarkan di Kampus APU.
Ia menjelaskan bahwa di era sekarang, fenomena biologis di tubuh manusia dapat dianalisa memanfaatkan kecerdasan buatan atau biasa disebut dengan Artificial Intelligence (AI).
“Di era sekarang, kita dapat mendefinisikan ulang batasan biologi dengan memperlakukan sel sebagai perangkat keras yang dapat diprogram. Revolusi ‘pemrograman sel’ ini dipercepat oleh kecerdasan buatan, AI digunakan untuk memprediksi fenomena biologis dan risiko penyakit dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terobosan gabungan ini menjanjikan perawatan kesehatan melalui terapi sel yang terjangkau untuk kondisi seperti kanker dan alzheimer,” terang Faheem Ahmad Khan, PhD kepada peserta program Pre University Kampus APU.
Jadwal Program
Program Pre-University ini akan berlangsung setiap hari Sabtu selama beberapa pekan ke depan. Para siswa akan mendapatkan materi spesifik sesuai jurusan pilihan mereka untuk memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja dan atmosfer akademik di APU.














